Tampilkan postingan dengan label Biografi Fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi Fisika. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Maret 2013

Sejarah Hidup Archimedes


Sejarah hidup Archimedes sangat sedikit yang bisa diketahui. Dari catatan sejarah yang ada, Archimedes dilahirkan sekitar tahun 287 SM, di kota pelabuhan Syracuse, sebuah perkampungan di pulau Sisilia Yunani. Dia putra dari Phidias, seorang bapak yang juga giat dalam bidang keilmuan. Pada waktu itu, Archimedes juga kenal dekat dengan Raja Syracuse, Hieron. Archimedes memulai kegiatan pengembangan keilmuannya di kota Alexandria, Mesir, tepatnya disekolah yang didirikan oleh matematikawan Yunai, Euclid. Tak lama setelah itu, Archimedes pulang untuk mengabdikan diri di kota kelahirannya, Syracuse.

Tugas dari Paduka Raja Hieron
Archimedes terkenal sangat giat melakukan berbagai penemuan. Diantara semua penemuannya, yang paling terkenal adalah ketika ia ditugaskan untuk menguji kadar kemurnian emas mahkota Raja Hieron, yang baru saja selesai dibuat oleh pembuat mahkota. Raja Hieron curiga bahwa si pembuat mahkota berbuat curang dengan mencampurkan perak ke mahkotanya. Dari catatan sejarah hidup Archimedes, dijelaskan bahwa Archimedes memecahkan masalah ini ketika dia sedang asyik berendam dalam bak mandinya. Archimedes menyadari bahwa air yang tumpah dari bak mandi ada kaitannya dengan tubuhnya yang terbenam dalam air. Ini memberinya ide untuk memecahkan masalah mahkota. Dia sangat senang hingga tak sadar sedang berlari telanjang menghadap sang Raja sambil berteriak, Eureka (Yunani: saya dapat).
Archimedes kemudian segera menerapkan idenya itu untuk menguji mahkota sang Raja. Ia mengambil bongkahan emas dan perak dengan  bobot yang sama, kemudian membandingkan bobot keduanya ketika direndam dalam air. Selanjutnya, dengan cara yang sama ia membandingkan mahkota dan perak murni dengan bobot keduanya sama. Perbedaan hasil antara kedua perbandingan ini akan menunjukkan bahwa mahkota sang Raja bukan emas murni.

Sumbangan untuk Matematika
Pemahaman matematika Archimedes pada waktu sangat dipengaruhi oleh konsep yang telah dibangun oleh Euclid. Tetapi, Archimedes mengembangkan konsep ini dengan menerapkan sebuah metode yang dikenal sebagai “Method of Exhaustion”. Dengan metode ini ia dapat menentukan daerah dan volume dengan garis lengkung serta permukaan seperti lingkaran, bolam piramida, dan kerucut. Selain itu, Archimedes juga menemukan kalkulus integral.
Archimedes juga sangat berjasa ketika menemukan nilai phi, perbandingan nilai antara keliling sebuah lingkaran dengan diameternya. Penemuan-penemuan penting lainnya baca pada tulisan Penerapan Hukum Archimedes

Tutup Usia
Walaupun telah banyak berjasa dalam melakukan penemuan, Archimedes meninggal dunia dengan sangat tragis. Dia dibunuh oleh prajurit romawi saat sedang asyik bermain dengan gambar lingkarannya. Archimedes meninggal pada  212 SM, dalam usia 75 tahun. Archimedes terkenal dengan pernyataannya, “Berikan saya tempat untuk berdiri, maka saya akan mengangkat Bumi”.

Sejarah Hidup Fisikawan James Clerk Maxwell


James Clerk Maxwell 
“Semua tenaga pikiran, semua kekuatan hasrat. Mungkin saja tertinggal dalam debu ketika kita mati, tetapi cinta adalah milik kita, dan akan tetap milik kita. Sekalipun tanah dan laut sudah tiada”. Syair ini ditulis James Clerk Maxwell untuk istrinya,  menggambarkan sisi romantis seorang Fisikawan terkenal penemu laju cahaya. Maxwell memang orang yang sangat peka, dengan perasaan keagamaan yang kuat dan perasaan humor yang menarik dan menakjubkan. Banyak suratnya mengungkapkan ironi yang sangat halus. Ia juga memiliki bakat untuk menulis puisi, tulisan ringan, tetapi kadang menyentuh. Yah, itulah Maxwell, romantisme juga mendapatkan tempat khusus dalam sejarah hidupnya.
James Clerk Maxwell dilahirkan di Edinburgh, Skotlandia, pada tahun 1831. Ia adalah seorang fisikawan matematis terbesar sejak Newton; bahwa ia telah menemukan teori elektromagnetik cahaya dan ia telah memperkirakan keberadaan gelombang radio. Perjalanan kemahasiswaan Maxwell luar biasa lamanya. Ia menghabiskan waktu 3 tahun di Universitas Edinburgh dan 3 tahun lagi di Cambridge. Tidak seperti Einstein, ia menikmati kehidupan mahasiswa yang beruntung dan ia mendapat perhatian dari sejumlah dosen terkemuka. Di Edinburgh ia dipengaruhi oleh dua orang berpengaruh dan yang sangat berbeda tajam. James David Forbes dan Sir William Hamilton, seorang metafisikawan, Forbes merupakan seorang yang senang dengan percobaan, yang telah menemukan seismometer dan melakukan kajian tentang polarisasi radiasi inframerah dan kajian tentang gerak gletser.
Pada tahun 1850 Maxwell pindah ke Cambridge. Sejak itu kegemaran matematikanya mulai jelas dan seperti banyak mahasiswa cerdas lain sebelum dan setelahnya, Maxwell benar-benar bekerja keras walaupun tidak memperlihatkannya. Pembimbingnya ialah Williams Hopkins, penemu geofisika modern dan salah seorang dosen terkemuka yang pernah dicetak oleh Cambridge. Orang lain yang mempengaruhinya ialah G. G. Stokes, fisikawan matematis yang mewarisi kursi yang pernah dipakai Newton dan William Whewell.
Terkait dengan teorinya yang terkenal tentang elektromagnetik cahaya, teori ini sebenarnya berakar dari kajian dua orang, Michel Faraday dan William Thomson. Penemu motor listrik Faraday dan penelitiannya di bidang induksi elektromagnetik, elektrokimia, dielektrik, dan diamagnetik. Jasa Maxwell yang lain adalah terkait dengan sumbangannya pada fisika statistik dan molekular, dimana Maxwell memperkenalkan fungsi distribusi kecepatan dan mengumumkan teorema ekipartisi, yang dalam bentuk aslinya menyatakan bahwa energi translasi dan energi putaran rata-rata sejumlah besar molekul yang bertubrukan, tanpa memandang apakah dari spesies yang sama atau berbeda, akan sama.
Itulah Maxwell, dengan sederet penemuan luar biasa yang telah dipersembahkan untuk kemajuan ilmu fisika. Kariernya dalam bidang ilmu berakhir cukup cepat karena dia meninggal dunia tahun 1879 akibat serangan kanker, tak berapa lama setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-48.