Tampilkan postingan dengan label Astrofisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astrofisika. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Maret 2013

Seputar Mitos Tentang Gerhana Matahari


Sudah sejak lama, gerhana Matahari telah menjadi pusat perhatian dalam sejarah manusia dan terkait dengan banyak mitos dan tradisi. Bahkan, saat ini masih terdapat acara khusus yang dilakukan oleh komunitas penggemar gerhana seluruh dunia saat gerhana Matahari terjadi. Tulisan kali ini akan mencoba memperkenalkan kepada pembaca Pustaka Fisika tentang seputar mitos tentang gerhana matahari.

Gerhana Matahari dalam Sejarah China
Dahulu kala, tepatnya pada tahun 2.800 Sm, China kuno sedang larut dalam irama terjadinya gerhana Matahari. Astrolog China menulis tentang gerhana yang terjadi 4000 tahun yang lalu. Sejarawan dan astronom percaya bahwa gerhana itu terjadi tepat pada tanggal 22 Oktober 2134 SM. Masyarakat China pada waktu itu percaya bahwa terjadinya gerhana Matahari disebabkan oleh adanya seekor naga yang sedang melahap Matahari. Menurut legenda, dua astrolog pada saat itu, Hsi dan Ho, dieksekusi mati karena gagal dalam memprediksikan waktu terjadinya gerhana ini.
Mitos Gerhana Matahari
Banyak juga peradaban kuno pada masa itu yang mempercayai bahwa terjadinya gerhana adalah karena setan memakan Matahari. Mereka berpikir bahwa cara terbaik untuk menyingkirkan setan tersebut dengan cara mengumpulkan banyak orang dan membuat suara sebanyak mungkin untuk menakut-nakuti setan itu agar dapat pergi. Setiap orang akan berteriak sekeras mungkin atau menabuh drum.

Pandangan Yunani Kuno
Orang Yunani Kuno percaya bahwa gerhana adalah pertanda buruk yang datang dari dewa yang sedang marah. Gerhana Matahari pada waktu itu bahkan dapat mengubah jalannnya sejarah manusia. Pada tahun 585 SM, tepat ketika terjadi gerhana, Lydians dan Media terlibat dalam pertempuran dalam apa yang sekarang disebut dengan Turki. Sejarawan Yunani, Herodotus mencatat bahwa puncak pertempuran, kegelapan jatuh di atas tanah. Rupanya. perang itu terjadi tepat ketika gerhana sedang dalam proses terjadinya. Para tentara mengambil ini sebagai pertanda bahwa mereka harus berhenti berperang dan langsung membuat damai satu sama lain.

Eropa tentang Gerhana
Bukti tertua yang berhasil diketahui tentang upaya manusia dalam memahami gerhana adalah Stonehenge di Salisbury Plain Inggris. Stonehenge diyakini telah digunakan untuk mengukur gerakan Matahari dan Bulan. Pengamatan ilmiah mengenai gerhana Matahari total dimulai tahun 1605 ketika astronom Johannes Kepler mencatat pengamatan ilmiah tentang gerhana Matahari total.  Satu abad kemudia, Edmun Halley menerbitkan laporannya tentang gerhana Matahari total.
Selama terjadinya gerhana pada tanggal 16 Agustus 1868, Sir Joseph Lockyer dari Inggris dan Monseieur Pierre Janssen dari Perancis menemukan tanda-tanda dari helium di korona Matahari. Helium menjadi unsur kimia pertama yang ditemukan diluar Bumi. Penamaan ini mengambil nama dari kata Yunani untuk matahari – Helios.

Pandangan Gerhana Modern
Pada tanggal 29 Mei 1919, sebuah gerhana Matahari total digunakan untuk membuktikan teori Albert Einstein tentang relativitas umum dengan memberikan bukti bahwa gravitasi memang dapat membelokkan cahaya. Sampai saat ini, astronom juga menggunaka gerhana Matahari total untuk memotret dan mempelajari komposisi korona Matahari. Gerhana Matahari juga dapat digunakan untuk menghitung dimensi Matahari secara tepat.







http://pustakafisika.wordpress.com

Tata Surya: Apa itu Komet?


Saat ini kita akan belajar anggota tata surya, yakni komet. Apa itu komet? Arti kata komet adalah si rambut panjang. Komet adalah anggota tata surya yang mempunyai orbit sangat lonjong. Jumlah komet banyak sekali. Orbit komet membentuk sudut terhadap ekliptika. Ekliptika adalah bidang edar planet. Oleh karena itu, period komet sangat besar. Itulah sebabnya, komet terlihat pada selang waktu yang sangat lama. Misalnya komet Halley yang muncul setiap 75 atau 76 tahun sekali. Selang waktu kemunculan komet menunjukkan revolusi komet itu.
Tata surya komet halley
Gambar: komet Halley
Komet Halley ditemukan oleh Edmund Halley (1656 – 1742). Dialah orang pertama yang mengamati bahwa komet juga beredar mengelilingi matahari sebagaimana planet-planet. Terakhir kali komet Halley terlihat pada tahun 1986. Panjang ekor komet Halley mencapai ratusan juta kilometer.
Komet tersusun atas partikel-partikel es yang berwujud gas dan debu yang membeku. Partikel-partikel tersebut terdiri atas senyawa-senyawa hidrogen dengan unsur-unsur yang lebih berat, terutama karbon, nitrogen, dan oksigen. Sewaktu komet bergerak mendekati matahari, lapisan gas di permukaan terdesak oleh sinar matahari. Lapisan gas yang terdesak tersebut memanjang menyerupai ekor yang panjangnya ratusan juta km. Ekor tersebut selalu membelakangi matahari. Itulah sebabnya komet sering disebut sebagai bintang berekor. Ekor tersebut terus memanjang seiring dengan mendekatnya orbit ke komet matahari. Panjang ekor maksimum tercapai pada saat orbit komet mencapai titik perihelium. Setelah itu, panjang ekor makin pendek seiring dengan semakin jauhnya dari matahari sampai akhirnya gelap.


http://pustakafisika.wordpress.com